BANTU MEREKA MENDAPATKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS TINGGI
PENDIDIKAN HOLISTIK
Mengintegrasikan Kurikulum Nasional, Kurikulum Kepemimpinan, Kurikulum Kewirausahaan, dan Kurikulum Alkitab Intensif, siswa dididik untuk mengambil tindakan dalam pelayanan masyarakat dengan menerapkan nilai-nilai kebenaran dan karakter Kristus.
GURU YANG BERDISIPLIN DAN KOMPETEN
Guru dan staf menghidupi nilai-nilai Takut akan Tuhan, Visioner, Kewarganegaraan, Inovatif, dan Menyelesaikan Tugas dengan Tuntas (Finisher). Guru tidak hanya mendidik siswa di dalam kelas tetapi juga berperan sebagai mentor dalam kehidupan sehari-hari siswa di dalam asrama.
SISTEM ASRAMA DAN SEKOLAH KOMUNITAS
Kami percaya bahwa lingkungan yang baik akan mempengaruhi perkembangan karakter siswa. Oleh karena itu, mereka diwajibkan tinggal di asrama agar proses pembelajaran dan pembangunan karakter dapat dibina secara efektif.
KETERAMPILAN HIDUP
Mempersiapkan siswa untuk kehidupan nyata tidak selalu berarti pembelajaran akademis; melainkan dapat dicapai melalui keterampilan hidup, termasuk keterampilan pribadi, sosial, dan vokasional.
Testimoni Mitra
KATA MITRA PANDHEGA
Chandra Saleh & Family
(Pengusaha)
“Waktu itu kami bertemu dengan Bapak Budi Utomo dan Anton Darmawan yang menjelaskan mengenai Pandhega Jaya. Kami ingin menjadi orang tua asuh karena banyak anak yang tidak bisa bersekolah. Hal tersebut menggerakkan hati kami untuk berbagi dengan sesama.”
(Orang Tua Asuh sejak 2015)
Fanny Irawati
(Entrepreneur)
“Saya mengetahui program Orang Tua Asuh dari gereja dan ELT (Excellent Leader Training). Hal yang menggerakkan saya adalah keyakinan bahwa kita diberkati untuk memberkati orang lain. Kita mungkin tidak bisa melakukan banyak hal untuk memberkati bangsa, tetapi saya ingin melakukan apa yang bisa saya lakukan.”
(Orang Tua Asuh sejak 2015)
Chen
(Social Media Agency)
“Awalnya, saya mengetahui Pandhega Jaya dari video pengumuman di gereja. Saya kemudian terlibat dalam mentoring media sosial Pandhega dan semakin memahami yayasan ini. Saya sudah lama ingin berdonasi, tetapi belum menemukan wadah yang tepat. Setelah mengenal Pandhega, saya merasa menemukan tempat yang tepat karena keterbukaan dan kejelasan sistemnya. Saat retret, saya berbincang dengan salah satu alumni dan melihat perubahan hidup yang terjadi melalui yayasan ini. Saya pun ingin berbagi apa yang Tuhan telah percayakan kepada saya.”
(Orang Tua Asuh sejak 2024)
Michelle Kosasih
(Designer)
“Saya tergerak menjadi donatur Pandhega Jaya karena melihat upaya yayasan ini dalam mendukung pendidikan di NTT. Saya berharap dukungan Orang Tua Asuh dapat membantu lebih banyak anak NTT mendapatkan pendidikan yang layak dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Saya juga sangat menghargai informasi mengenai kondisi dan perkembangan anak-anak serta kegiatan yang mereka ikuti. Saya merekomendasikan Pandhega Jaya karena kegiatannya dapat dilihat dan diperbarui melalui media sosial. Semoga semakin banyak lulusan yang berkembang dan membawa dampak positif bagi NTT, bahkan Indonesia.”
(Donatur Orang Tua Asuh)
Lie Khing Siang
(Entrepreneur)
“Saya rindu hidup saya bisa menjadi berkat bagi orang lain. Saya pernah mengalami kesulitan untuk bersekolah dan menerima bantuan sehingga bisa melanjutkan pendidikan. Karena itu, saya ingin orang lain juga merasakan anugerah yang saya terima agar mereka yang kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan. Saya sangat menghargai pembaruan setelah transfer, buletin, serta video ucapan terima kasih dari anak yang saya dukung. Bagi saya, hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menjadi berkat bagi orang lain. Pandhega Jaya adalah salah satu wadah untuk mewujudkannya.”
(Orang Tua Asuh)
Agnes Getty
(Entrepreneur)
“Saya ingin menjadi donatur Orang Tua Asuh karena mengetahui upaya Pandhega Jaya dalam memajukan pendidikan di NTT dan melihat langsung semangat para siswa dalam menimba ilmu. Saya mendapatkan informasi mengenai perkembangan dan kegiatan anak asuh sehingga mengetahui bahwa donasi saya dimanfaatkan secara efektif. Saya juga ingin merekomendasikan Pandhega Jaya karena penggunaan donasi dapat dipantau dengan jelas, baik melalui laporan keuangan maupun perkembangan pendidikan anak-anak yang didukung.”
(Donatur Orang Tua Asuh)
Widya Wijaya
(Karyawan)
“Saya mengetahui program Orang Tua Asuh Pandhega Jaya sekitar tahun 2018 dari seorang teman gereja. Saat itu saya ingin bergabung, tetapi belum memiliki penghasilan sendiri. Setelah lulus pada Mei 2020 dan mendapatkan pekerjaan, saya menghubungi admin Pandhega Jaya pada Juli 2020. Bagi saya, pendidikan sangat penting, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi bangsa. Saya bermimpi melihat Indonesia menjadi negara yang dihormati dan menjadi teladan. Untuk mewujudkannya, kita perlu membangun kualitas sumber daya manusia, dimulai dari hati. Saya melihat nilai tersebut di Pandhega Jaya dan ingin mengambil bagian melalui program Orang Tua Asuh.”
(Bergabung sejak Juli 2020)
Steyer Noya
(Videografer)
“Saya ingin menjadi Orang Tua Asuh karena turut merasakan semangat teman-teman di Pandhega Jaya. Saya berkesempatan mengunjungi sekolah dan melihat langsung para siswa menjalani kehidupan serta memperjuangkan mimpi mereka. Hal tersebut menggerakkan hati saya untuk membantu mereka mewujudkan cita-cita. Saya berharap dapat turut memajukan pendidikan di Indonesia Timur, khususnya dengan membantu anak-anak Pandhega Jaya agar bisa fokus belajar dan mengejar impian tanpa harus mengkhawatirkan biaya sekolah.”
(Orang Tua Asuh)
JADI MITRA KAMI, BERSAMA KITA BANGUN NUSA TENGGARA TIMUR
Mengapa Berdonasi melalui Yayasan Pandhega Jaya:
Proyek Nyata: Fasilitas pendidikan dapat dikunjungi dan anak asuh dapat dijangkau.
Laporan Donasi dan Penyaluran Dana bersifat Transparan.
Aplikasi Pandhega Jaya (iOS dan Android) tersedia secara eksklusif untuk para donatur.